Sabtu, 12 Januari 2013

ANALISIS SWOT



Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
2. Weakness (kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
3. Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
****
Setelah itu dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah tabel matriks dan ditentukan sebagai tabel informasi SWOT. Kemudian dilakukan pembandingan antara faktor internal yang meliputi Strength dan Weakness dengan faktor luar Opportunity dan threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternatif untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih merupakan strategi yang paling menguntungkan dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.
Selain pemilihan alternatif analisis Swot juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan improvisasi. dengan mengetahui kelebihan (Strength dan opportunity) dan kelemahan kita (weakness dan threat), maka kita melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri. Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strength dan opportunity atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat.
Sebagai contoh misalnya Analisis SWOT yang saya lakukan untuk mengetahui peta kekuatan dalam blogging. maka analisis SWOT-nya:
  • Strength- tulisan yang saya lakukan merupakan tulisan yang saya peroleh dari pengalaman di bangku kuliah.- saya menggunakan blog dengan menggunakan cms wordpress sehingga optimasi dan fiturnya begitu mudah.
- saya menggunakan domain dot com sehingga mempunyai nilai lebih dalam pengaturan.
  • Kelemahan- tidak memiliki kemampuan menulis jurnalistik.- lemah dalam programming web.
- tidak memiliki pengalaman dalam blogging.
  • Opportunities- bergabung dengan komunitas blog.- blog saya terintegrasi dengan jejaring sosial.
  • threats-data blog yang hilang.-server down.
-keterbatasan waktu dalam blog dikarenakan kesibukan di dunia nyata.
setelah dibuat matriknya dan mengetahui kekuatan dan kelemahan kita maka saya melakukan strategi untuk meningkatkan kemampuan saya dalam ngeblog. Strategi yang yang memungkinkan yaitu dengan mengurangi faktor weakness dan meningkatkan strength saya dalam blogging.


ANALISIS SWOT 
(Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, Ancaman) 
Tools for Policy Impact: A Handbook for Researchers

Daniel Start dan Ingie Hovland

Analisis  SWOT  adalah  instrument  perencanaaan  strategis  yang  klasik.  Dengan menggunakan  kerangka  kerja  kekuatan  dan  kelemahan  dan  kesempatan  ekternal  dan ancaman,  instrument  ini  memberikan  cara  sederhana  untuk  memperkirakan  cara  terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bias dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.

Outline Proses Rinci 

Kerangka  SWOT    sebuah  matrix  dua  kali  dua    sebaiknya  dikerjakan  dalam  suatu  kelompok yang terdiri dari anggota kunci tim atau organisasi. Pertama, penting untuk diketahui dengan jelas tentang apa tujuan perubahan kunci, dan terhadap tim atau organisasi apa analisis SWOT akan dilakukan.  Setelah  pertanyaan-pertanyaan  ini  dijelaskan  dan  disepakati,  mulailah  dengan brainstorming gagasan, dan kemudian setelah itu dipertajam dan diperjelas dalam diskusi.

Perkiraan  mengenai kapasitas  internal  dapat  membantu  mengidentifikasi  dimana  posisi sebuah  proyek  atau  organisasi  saat  ini:  sumberdaya yang  dapat  segera  dimanfaatkan  dan masalah  yang  belum  juga  dapat  diselesaikan.  Dengan melakukan  hal  ini  kita  dapat mengidentifikasi  dimana/kapan  sumberdaya  baru,  keterampilan  atau  mitra  baru  akan
dibutuhkan.  Bila  berpikir  tentang  kekuatan,  perlu  memikirkan  tentang  contoh-contoh keberhasilan  yang  nyata  dan  apa  penjelasannya.  Pertanyaan-pertanyaan  yang  sering diajukan untuk memikirkan isu-isu di atas antara lain:



  Saat ini jenis pengaruh kebijakan apa yang dapat dikerjakan oleh organisasi/proyek kita dengan sangat terbaik? Dimana kita mengalami sukses terbesar?
  Jenis keterampilan dan kapasitas mempengaruhi kebijakan apa yang kita miliki?
  Di  bidang  apa  staff  kita  dapat  memanfaatkan  dengan  sangat  efektif  keterampilan  dan kapasitasnya?
  Siapa saja mitra terkuat kita dalam mempengaruhi kebijakan?
  Kapan mereka telah bekerja bersama kita untuk melakukan dampak kebijakan?
  Apa  yang  dianggap  karyawan  sebagai  kekuatan  dan  kelemahan  utama?  Mengapa?
Apa pendapat mereka yang berada diluar organisasi?

Sebuah perkiraan tentang lingkungan eksternal cenderung difokuskan pada apa yang terjadi di  luar  organisasi  atau  pada  bidang  yang  belum  mempengaruhi  strategi  tetapi  dapat  saja mempengaruhi strategi – baik secara positif maupun negatif.

Grid di atas merangkum beberapa bidang subjek yang perlu mempertimbangkan baik faktor internal maupun  faktor  eksternal.  Grid  ini  dapat  digunakan  sebagai  judul  topik  bila  kita  bekerja  dalam kelompok-kelompok kecil (gagasan yang baik bila kelompokmu lebih besar dari delapan orang).

Kembali ke pleno, buatlah ranking kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang paling penting  (mungkin  dengan  symbol:  ++,  +  dan  o).  Dalam  kelompok  yang  lebih  besar  peserta mungkin  suka  menentukan  skornya  sendiri,  mungkin  dengan  menggunakan sticky  dots. Hasilnya kemudian dapat didiskusikan dan diperdebatkan.  

Sangat penting agar kita memperhatikan aksi dan solusi apa saja yang dapat muncul.  Akhiri dengan  diskusi  yang  berorientasi  pada  aksi.  Bagaimana  dengahn  berdasarkan  kekuatan kelompok  dapat  membangun  untuk  memajukan  sasaran  dan  strategi  kita?  Apa  yang  dapat dimasukkan dalam strategi untuk meminimallkan kelemahan kita? Dan seterusnya. 

Box 1: Contoh Analisis SWOT untuk LSM kecil

Kekuatan:
  Kami mampu melakukan penelitian ini karena dengan mempunyai sedikit pekerjaan saat ini berarti
kami mempunyai banyak waktu
  Peneliti utama kami mempunyai reputasi sangat baik diantara komunitas kebijakan
  Direktur organisasi kami mempunyai hubungan baik dengan Kementrian

Kelemahan:
  Organisasi kami belum terlalu dikenal oleh departemen-departemen pemerintah lainnya 
  Kami mempunyai sedikit karyawan dengan keahlian rendah di banyak bidang 
  Kami rentan menghadapi situasi bila karyawan sakit atau keluar 

Kesempatan:
  Kami melakukan kegiatan isu topical
  Pemerintah menyatakan bahwa mereka akan mendengarkan suara LSM lokal
  LSM lainnya dari wilayah kami akan mendukung kami

Tantangan:
  Apakah laporannya akan menjadi terlalu sensitif secara politis sehingga mengancam keberlanjutan dana dari sponsor?
  Ada  banyak  bukti  berlawanan  yang  dapat  digunakan  untuk  mendiskreditkan  penelitian  kami  dan dengan demikian organisasi kami juga akan didiskreditkan. 
 

Analisis  SWOT  adalah  sebuah  instrumen  yang  beraneka  guna,  yang  dapat digunakan berkali-kali pada berbagai tahap proyek; membangun sebuah telaah ataui untuk pemanasan diskusi  sebelum  membuat  perencanaan.  Instrumen  ini dapat  diterapkan  secara  luas,  atau sub-komponen  yang kecil (bagian  dari strategi) dapat  dipisahkan agar kita dapat melakukan analisis  yang  mendetil.  SWOT  sering  menjadi  pelengkap  yang  berguna  ketika  melakukan Analisis  Pemangku  Kepentingan.  Kedua  instrumen  ini adalah  pendahuluan  yang  baik sebelum melakukan Force Field Analysis dan Influencing Mapping. 


Contoh Yang Baik

Contoh  di  bawah  ini  menunjukkan  analisis  yang  dapat  dilakukan  untuk  sebuah  LSM  yang kecil  yang  baru  didirikan,  yang  sedang  mempertimbangkan  bagaimana  LSM  tsb  akan memanfaatkan studi penelitiannya yang baru dilakukan untuk mempengaruhi pemerintah.  Karena  itu  LSM  dapat  memutuskan,  antara  lain,  untuk  mentargetkan  laporannya  ke patronnya  yang  khusus  dalam  satu  kementrian,  menggunakan  peneliti  utamanya  untuk memberikan kredibilitas temuan-temuannya, dan berupaya untuk membangun koalisi regional mengenai isu tersebut.



ANALISIS SEGITIGA

Analisis Segitiga adalah sebuah teknik untuk melakukan analisa dan mencari jawaban sebuat masalah, yang distruktur seputar struktur, isi dan budaya dalam sistem kebijakan. Pertama, ia dapat  digunakan  untuik  menganalisis  bagaimana  suatu  kombinasi  kebijakan,  kelembagaan dan  nilai-nilai  social  dan  perilaku  berkontribusi  terhadap  atau  menyebabkan  timbulkan masalah  (atau  isu)  terus  -  menerus.  Kedua,  kerangka  kerja  ini  dapat  digunakan  untuk memetakan dan menjelaskan pilihan-pilihan strategi untuk menjawab ketiga dimensi itu.

Box 2: Analisis Segitiga
Isi berkenaan  dengan  hukum  tertulis,  kebijakan dan  anggaranyang  relevan  dengan  isu  spesifik.  Misalnya,  bila  tak  ada  undang2  untuk  kekrasan rumah  tangga,  salah  satu  bagian  dari  solusi adalah  dengan  cara  mengesahkan  undang-undang.  Juga,  bahkan  jika  undang-undang  atau kebijakannya ada, kecuali jika terdapat mekanisme pendanaan dan kelembagaan untuk penguatannya.  
Struktur berkenaan  dengan  mekanisme  negara atau mekanisme non-negara untuk melaksanakan sebuah  undang2  atau  kebijakan.  Ini  termasuk,
misalnya,  polisi,  pengadilan,  rumah  sakit,  serikat buruh,  kementrian,  dan  program2  pertanian  dan kesehatan.  Struktur  dapat  berkenaaan  dengan kelembagaan  dan  program  yang  dikerjakan  oleh pemerintah,  LSM  atau  bisnis  di  tingkat  local, nasional dan internasional. 

Budaya merujuk pada nilai-nilai dan perilaku yang membentuk bagaimana manusia menghadapi dan  memahami  suatu  isu.  Nilai-nilai  dan  perilaku  dipengaruhi,  antara  lain,  oleh  agama,  adat, kelas, gender, kesukuan dan usia. Kurangnya informasi mengenai undang-undang dan kebijakan adalah  bagian  dari  dimensi  budaya.  Demikian  pula,  jika  orang  telah  menginternalisasi  rasa ketidakgunaannya,  atau  sebaliknya,  rasa  mempunyai  hak,  hal  ini  akan  membentuk  sikap  orang tersebut  terhadap dan derajat manfaat dari undang-undang dan kebijakan.

Sumber: Diambil dari New Weave (2002:170) dan Schuler (1986) Empowerment and the Law

0 komentar:

Poskan Komentar